by

Tilep Bantuan Beras Pengungsi, Pejabat Negeri Tengah-Tengah Nyaris Dihajar Warga

-Ragam-746 views

Ambon,N25NEWS.com -Ditengah-tengah warga sedang membutuhkan uluran tangan pemerintah maupun pihak donoator lainnya lewat bantua yang diberikan, tapi yang terjadi di Negeri Tengah-Tengah Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ulah pejabat membuat geregetan warga yang nyaris dihajar, akibat telah minilep 15 karung beras dengan ukuran 25 Kg per sak.

Dimana beras sebanyak 50 sak merupakan bantuan BUMN hadir untuk negeri yang dikordinir PT Wijaya Karya (WIKA) lewat posko induk yang berpangkalan di Wayame, itu diberikan untuk membantu para pengungsi yang terdampak gempa Magnitudo 6,8 yang beradadi dua lakosi pengungsian.

Sayangnya bantuan tersebut sebelum sampai ditangan warga pengungsi yang jumlahnya kurang lebih 1.000 KK , terlebih dulu disembunyikan oleh oknum pejabat Negeri Tengah-Tengah bersama dua rekan lainnya.

Dari beberapa keterangan sumber di Negeri Tengah-Tengah pada koran ini menyebutkan, bantuan beras sebanyak 50 Sak ukurang 25 Kg tiba di Negeri Tengah-Tengan pada, Rabu(2/10) sore hari, oleh koordinator PT WIKA langsung diserahkan kepada pejabat Pemerintah setempat, jelang berapa menit setelah rombongan dari pihak WIKA berpulang, sebanyak 15 sak beras terlebih dulu disembunyikan didalam salah satu rumah warga, sebelum diserahkan ke posko pengungsi yang berada di Tareng ( lapangan bola).

Langkah tidak terpuji yang dilakukan pejabat tersebut, tanpa sengaja diketahui oleh salah satu dari keluarga dimana beras tersebut disembunyikan dan akhirnya diketahui oleh halayak ramai.

“Saya tidak tau, waktu diturunkan beras dari mobil, dirumah mertua saya, itu saya baru usai mandi. Mereka panggil saya, dan berkata, liat beras itu” ungkap Anwar warga Negeri Tengah-Tengah.

Tidak lama kemudian warga yang mengetahui ulah pejabat yang menyembunyikan beras, memanggil dua rekan lainnya yakni, Salamat Tuharea dan Ali Marupey untuk melakukan pengambilan gambar (foto) sebagai barang bukti kejahatan yang dilakukan pejabat tersebut.

Saat ingin menanyai 15 karung beras yang disebumbunyikan, alasan pejabat bahwa beras tersebut merupakan karung beras yang kelebihan. Serentak Anwar pun heran dan mempertanyakan keliebihan dari sisi mana.

Tidak mau mendengar alasan yang tidak masuk akan dari pejabat tersebut, salah satu rekan Anwar pun akhirnya membongkar kejahatan pejabat dengan membawa beras-beras tersebut kepada warga pengungsi.

Bahkan warga nyaris mengajar pejabat yang tida lagi mempercayakan apa yang dilakukan kepada warga pengungsi.
Ketua koodinator posko bantuan WIKA Yuliana yang dihubungi via selulurnya, Kamis(3/10) mengakui kalau dari posko telah menyalurkan 50 sak beras ukurang 25 Kg ke Negeri Tengah-Tengah lewat pejabat pemerintah negeri dan bantuannya sudah diterima.

“Kenapa harus begitu, ini kan untuk membantu warga yang terdampak gempa, seharusnya pejabat tidak boleh begitu, kan yang dibantu warganya, koq bisa begitu,”herannya.

Menurutnya, dalam sisitim distribusi beras lewat pokso WIKA tidak ada yang namanya kelebihan, tetapi sesuai dengan jumlah pengungsi yang ada, sehingga apa yang disampaikan pejabat kalau itu beras kelebihan hanya untuk menutupi sikap bobroknya yang telah mengambil hak warga pengungsi.

Hal senada juga diakui Abdul Gafar Parihala tokoh pemuda Negeri Tengah-Tengah yang mengatakan, bahawa telah terjadi penggelapan bantuan beras dari BUMUN lewat WIKA sebanyak 15 karung sak,

“Informasi itu betul, pejabat telah menyembunyikan 15 karung beras dari 50 karung yang bantuannya diberikan dari BUMN WIKA,”akuinya.

Melaui jaringan selulurnya kata Gafar, akibat ulah pejabat warga nyaris menghakiminya, meskipun dirinya saat itu tidak berada dilokasi kejadian, tapi diketahui lewat media sosial (medsos) Facebook yang telah diposting warga.

“Selaku anggota TNI yang bertugas di Koramil Salahutu, saya juga uda koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, beta bilang itu segera panggil dorang, biar lebih jelas agar dapat mengetahui sipa dalang dibalik semua beras yang disembunyikan, karena ada indikiasi tiga oknum yang terlibat menyembunyikan,”ungkapnya.

Reporter : Gali M

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi