by

Sekkot Buka Lomba Musikalisasi Puisi Se-Provinsi Maluku

AMBON,N25NEWS.COM -Sekertaris Kota Ambon, A.G.Latuheru secara resmi membuka Lomba Musikalisasi Puisi Se-Provinsi Maluku, yang digelar oleh Kantor Bahasa Maluku, berlangsung di Taman Budaya Karang Panjang, Sabtu (24/8/2019).

Sambutan Walikota Ambon, dalam hal ini yang dibacakan Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru menyampaikan, lomba musikalisasi ini telah mendapatkan sambutan dan apresiasi yang luar biasa karena para peserta yang menampilkan karya-karya musikalisasi puisi yang terbaik.

“Saya berharap lomba musikalisasi puisi tahun 2019 ini, dari segi kualitas dan kuantitas harus lebih baik dari lomba musikalisasi puisi tahun-tahun sebelumnya,” kata Latuheru.

Ia mengatakan, pertumbuhan musikalisasi puisi berkaitan erat dengan sejarah perkembangan sastra dan musik itu sendiri memang saling terkait. Seperti terkait, munculnya kesenian berawal dari kepentingan ritual dalam upacara-upacara yang dilakukan masyarakat tradisional, segala aspek yang disebut seni, seperti mantra/mantra, musik, nyanyian, dan tarian, merupakan salah satu kesatuan yang mengisi tanpa ada kategorisasi.

“Dalam perkembangan selanjutnya, terwujud kesenian-kesenian rakyat dan tradisi sastra lisan, syair-syair, serta cerita-cerita, didalam tradisi lama kerap dan dibawahkan dengan iringan musik dan atau dibawahkan dalam lantunan tembang, para seniman Opera kemudian menyusun syair-syair baru dan aransemen musiknya, para seniman tersebut memiliki prinsip yang berbeda-berbeda,” ungkapnya.

Selain itu, seniman yang mengompromikan reklamasi dan nyanyi, ada prinsip musik harus mengabdi pada kata-kata dan bukan menguasainya, ada yang mengungkapkan makna kata ini bukan hanya pada musik, melainkan juga musik instrumental.

Lanjutnya, bagi orang Maluku, musik tentu bukan hal yang asing lagi, musik bagi orang maluku, khususnya bagi orang Ambon, sesungguhnya merupakan anugerah Tuhan bagi kita, mengalir sejak dalam kandungan dan menjadi kekuatan yang inheren, dalam jiwa dan karakter orang Ambon.

“Spirit musik yang tumbuh dan berkembang secara alami itulah, yang kemudian mendorong pemerintah untuk menjadikan musik sebagai identitas masyarakat sekaligus sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat,” ujar sekkot.

Sebagai bagian dari pelestarian identitas masyarakat, ekspresi kemampuan seni dikalangan generasi muda, eksprwsi kemampuan seni dikalangan generasi muda, yang bermuara pada pengembangan Ambon menuju kota musik dunia dan sebagamana cita-cita kuta bersama.
Selain itu, diharapkan dapat menggungah kevintaan kita terhadap bahasa dan sastra dan sastra indonesia. Dimana generasi muda sering menganaktirikan bahasa indonesia yang bisa dikatakan sebagai bahasa yang kurang gaul atau kurang kePuisi

Padahal bahasa indonesia merupakan satu peninggalan leluhur bangsa indonesia yang saat ini menjadi elemen bangsa dari sabang sabang sampai merauke.

Sementara itu, kepala kantor bahasa Maluku memyampaikan kantor bahasa maluku akan tetap berkomitmen setiap tahun berkaitan-berkaitan mensukseskan kegiatan musikalisasi puisi, dan pihaknya menyatakan yang masuk pada 30 besar akan mewakili pada tingkat nasional, diadakan di oktober 2019 di Jakarta.

Reporter : Mendy S

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi