by

Sapteno Maju Lagi Pada Pemilihan Rektor 2020

-Edukasi-134 views

AMBON,N25NEWS.COM-Suksesi pemilihan Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) masih satu tahun lagi,namun Senat Unpatti saat ini lagi  menggodok peraturan tentang pemilihan rektor.

Menyangkut hal tersebut, Rektor Unpatti saat ini,ketika ditanya apakah dirinya ingin maju lagi ?,dalam pemilihan reKtor Unpatti 2020  mendatang,Ia bersedia namun atas ijin senat dan Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, ditempat yang sama Ketua Senat  Unpatti Prof Dr Salmon.N .Nirahua,SH.M.Hum ketika dikonfirmasi hal terebut ia mengatakan bahwa peraturan pemilihan rektor sementara dikonsultasikan ke Kementerian. 

“Sebab syarat  yang memang ditentukan di dalam Permenristek Dikti untuk seorang calon Rektor,itu adalah berusia 60 tahun dan  masa jabatan Rektor  sekarang itu akan berakhir,sehingga jika siapapun diantara dosen yang memiliki persyaratan untuk maju silakan,tidak ada perlu kita eleminir,”kata Nirahua.

Lebih lanjut Nirahua mengatakan,jika pada bulan Februari tahun 2020,rektor yang sekarang sudah lebih dari 60 tahun atau  satu hari dari 60 tahun sudah tidak bisa ditetapkan sebagai calon rektor,misalnya beliau usia 59 jatu pada bulan Juli,maka 60 tahun itu jatuhnya juga pada bulan Juli,berarti melebihi bulan Ferbruari dimana tanggal 20 masa berakhir setiap calon tidak boleh 60 tahun lebih 1 bulan

“ Ambil contoh saya sudah 63 tahun lebih kan maka itu jangan lagi berharap bisa maju sebagai calon rektor.Adalah persyaratan lain,tapi persyaratan usianya adalah 60 tahun berakhir pada masa rektor yang sekarang memimpin ia berakhir masa jabatan,”jelasnya

Artinya kalau sudah diatas 60 tahun tidak bisa lagi calonkan diri untuk maju untuk pemilihan rektor,tapi kalau 1 hari belum 60 pun boleh.Jadi kalau dari usia rektor sekarang bisa maju lagi.

Oleh karena itu Senat akan membuka kesempatan untuk melakukan penjaringan bisa 4 tahap sehingga setelah peraturan pemelihan rector di keluarkan maka pihaknya akan bentuk panitia pemilihan,maka panitia pemilihan akan berproses  menjaring bakal calon rektor dan kemudian melakukan penyaringan, setelah itu pemilihan akan di lakukan  dimana Menteri dengan 35 suara pada tahap ketiga.

“Kalau nantinya peraturan disahkan pada bulan Juni,maka langsung panitia dibentuk.Jadi biasanya kalau kita melakukan penjaringan itu minimal 4 orang,jika tidak sampai 4 orang  bakal calon,itu pasti ditunda,diperpanjang sampai dengan memenuhi 4 orang sebagai bakal calon,”tandas Nirahua.

Dari 4 orang itu kita tetapkakn sebagai  bakal calon yang itu datang dari Fakultas maupun dari senat Universitas.Maka kita melakukan pemilihan dari misalnya 4 atau 5 bakal calon menjadi 3 dengan urutan terbanyak 1 2 dan 3,yang akan kita kirim ke Jakarta (Kementerian) disana baru kita datang di dalam pemilihan.

Sementara itu ketentuan untuk menjadi rektor harus bergelar doktor ternyata tidak sebab dalam persyaratan jabatan akademik yang ditentukan adalah rektor kepala

“Jadi gini kita punya jenjang jabatan akademik di universitas itu adalah Asisten Ahli,kemudin rektor,setelah itu rektor kepala dan kemudian professor dan karena itu seseorang yang bisa maju sebagai calon itu jabatan akademinya yang ditentukan adalah rektor kepala,karena seorang sudah naik sebagai rektor kepala itu pasti dia sudah doctor,”tandasnya.

Editor : Redaksi  

Comment

Direkomendasi