by

Rumah Inspirasi dan Literasi Gelar FGD

-Edukasi, Ragam-70 views

AMBON,N25NEWS.COM – Rumah Inspirasi dan Literasi gelar Focus Group Discussion (FGD) dibawah soratan tema Partisipasi Generasi Milenial Era Digital Menjawab Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19. Bertempat di Manise Hotel, Kamis (30/9).

Direktur Rumah Inspirasi fan Literasi, Fahrul Kaisuku saat sambutannya mengatakan, meski ditengah pandemi Covid-19, ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2020 bertumbuh 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.Hal tersebut didorong oleh perubahan perilaku masyarakat di masa pandemi.

“Masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, lebih memilih melakukan less contact economy seperti kuliah atau sekolah online, berbelanja daring, dan melakukan aktivitas pekerjaan melalui pertemuan virtual. Covid-19 juga membuat konsumsi produk kesehatan dan daya tahan tubuh meningkat,” ungkap Fahrul.

Lanjut dia pergeseran pola konsumsi masyarakat tersebut menurut Kaisuku, juga mendorong pelaku usaha muda yang tadinya melaksanakan usahanya melalui cara konvensional menjadi turut beradaptasi menggunakan e-commerce.

“Namun, jika dilihat dari nilai ekonomi digital per kapita. Secara berurutan, nilai terbesar masih dipimpin oleh Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dengan demikian Indonesia masih berada di urutan keempat dibanding negara-negara tetangga,” papar dia.

Sehingga, yang menjadi pertanyaan, bagaimana dengan Maluku. Dikatakannya, untuk menjadi yang terbaik, berbagai tantangan dalam pengembangan kreativitas digital di Maluku perlu diselesaikan,dan harus disertai campur tangan banyak pihak.

Meski diakui kesadaran kawula muda Maluku atas perkembangan teknologi di tengah pandemi masih dibawah standar dibanding daerah lain. Namun masih dapat dikembangkan.

“Melalui FGD ini, kami mencoba membuka cakrawala berpikir kawula muda Maluku untuk kreatif serta inovatif berperan aktif memanfaatkan digital. Baik untuk memulihkan ekonomi ditengah pandemi maupun sebagai sukarelawan informan cerdas (bukan HOAX) dan tidak terdoktrin isu murahan yang kadang dimainkan untuk memecah belah hidup orang basudara di Maluku.

Selain itu, salah satu pemateri yang berasal dari kalangan Akademisi, Arman Kalean usia FGD dan diwawancarai mengatakan, dirinya mengapresiasi sungguh Rumah Inspirasi dan Literasi Pendidikan dam Pemberdayaan Masyarakat Maluku, serta berharap kegiatan FGD ini tidak hanya sebatas iven kondisional semata, tetapi dapat diteruskan ke 11 Kabupaten Kota lainnya.

Menurutnya, hal ini penting sekali karena di Maluku terutama kawasan Indonesia Timur sudah separatisme isu-isu konflik sosial lainnya. “Kita memang daerah konflik sehingga pencerahan-pencerahan publik seperti ini lewat motor penggerak dari kalangan milenial memang dibutuhkan,” jelas dia

Ia berharap, semoga kegiatan FGD ini menjadi penanda dan sinergitas secara berkesinambungan dari berbagai elemen. (dd)

Comment

Direkomendasi