by

Pertumbuhan Investor Saham Triwulan I Melambat di Tahun 2019

-Ragam-37 views

AMBON,N25NEWS.COM – Pertumbuhan investor saham di Provinsi Maluku pada triwulan I mengalami perlambatan. Hal ini disampaikan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Ambon, Alberto Dachi kepada wartawan, dalam kegiatan workshop wartawan dengan tema “Market Update Pasar Modal Indonesia”, di Tweenty Seven, Rabu (14/8/2019).

“Untuk pasar modal Maluku, terus mengalami peningkatan dimana, ditahun 2016 jumlah investor di Maluku 435 investor, angka ini terus meningkat ditahun 2018 yakni 1.649 invetor, atau tumbuh 783 investor. Untuk tahun 2019 ini pada triwulan I mengalami perlambatan dimana, jumlah investor saat ini 1.907 investor artinya baru 258 investor, namun kita berharap diakhir tahun ini bisa mencapai target kita 100 persen,” kata Alberto.

Ia menjelaskan, untuk jumlah transaksi di Maluku jumlah transaksi investor ditahun 2019 pada triwulan I saat ini sebanyak 104,5 miliar. Yang mana, ditahun 2018 sebesar Rp. 147,6 miliar.

Lanjutnya, saat ini masyarakat khususnya pelajar sangat tertarik dengan pasar modal. Yang menjadi kegemaran mereka adalah pada jual beli saham dan juga reksadana.

“Rata-rata itu mayoritasnya dari karyawan baik itu PNS maupun swasta yang berusia 25 sampai 40 tahun. Namun kalau di jual beli saham itu lebih banyak adalah mahasiswa, karena mereka sangat suka berinvestasi jual beli saham sebab mudah dilaksanakan,” ungkapnya.

Untuk memilih saham, lanjutnya menambahkan setiap orang harus bisa jeli untuk melihat kondisi pasar, sebab ketika harga naik maka akan mendapatkan keuntungan begitu pula jika turun, otomatis memberikan kerugian.

Dikatakan, untuk memberikan pengenal masyarakat kepada pasar modal pihaknya selalu melakukan berbagai kegiatan, mulai dari sekolah pasar modal dan wokrshop dan lain sebaganya.

“Untuk menjadi nasabah sangat mudah, makanya kita selalu memberikan edukasi kepada siapa saja yang ingin mengikuti pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa berinvestasi. Karena dengan berinvestasi akan bisa memberikan kemajuan perekenomian,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan investasi-investasi bodong yang dapat merugikan diri sendiri.

“Masyarakat harus jeli ketika ingin berinvestasi, saya mau katakan bahwa di Maluku Utara banyak yang tertipu akibat investasi bodong, cotohnya saja seperti Bitcoin. Jadi saya sangat berharap bahwa masyarakat Maluku harus berhati-hati,” himbaunya.

Reporter : Mendy S

Editor :Redaksi

Comment

Direkomendasi