by

Perihatin Dengan Kondisi Anak Gizi Buruk, Polsek Babar Timur Turun Tangan

TIAKUR,N25NEWS.COM- Nasib naas yang menimpa, Johan Yusup Seralurin anak penderita gizi buruk di desa Wakpapapi kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mendapat simpatik dari personil Polisi Sektor (Polsek) Babar Timur.

Pasca mendapat informasi dari media sosial,  Personil Polisi di wilayah hukum Polres MBD dibawah Pimpinan Kapolsek Babar Timur, IPDA Evraim Keiwury langsung Turun Tangan sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat.

Kepada wartawan, Jumat kemarin, Kapolsek Babar Timur mengatakan. Persoalan gizi buruk saat ini di kecamatan Babar Timur merupakan kasus kedua, dimana sebelumnya persoalan gizi buruk juga pernah terjadi pada tahun 2018 dan ditangani oleh SatPolres MBD.

Menurutnya, tindakan seperti ini tentu merupakan bagian dari tanggung jawab Polri sebagai pengayom masyarakat. Karena itu , selepas mendapat informasi. Dirinya kemudian menginstruksikan anggotanya untuk mendatangi anak tersebut untuk kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat.

“Berhubung saat ini saya berada di Tiakur , maka saya menginstruksikan kepada anggota saya untuk mendatangi tempat tinggal anak tersebut yang diketahui saat ini tengah berada di rumah pamannya yakni saudara Markus Seralurin di Desa Wakpapapi,” ungkap Kapolsek.

Ia menjelaskan, lokasi rumah anak tersebut dengan lokasi puskesmas memang cukup jauh. Bahkan kondisi jalan pada sebagian besar kecamatan Babar Timur cukup buruk, selain itu angkutan umum pada wilayah tersebut terbatas bahkan angkutan pribadi milik masyarakat sangat minim. Dan Ambulance yang beroperasi untuk melayani masyarakat Kecamatan Babar Timur hanya satu unit.

Karena itu lanjutnya, sebagai langkah awal untuk mengantisipasi persoalan yang menimpa Johan. Maka personil Polsek Babar Timur dengan ijin keluarga kemudian berinisiatif memboyong Johan menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Letwurung untuk ditindak secara medis, mengingat kondisi kesehatan Johan semakin melemah.

Menurut Kapolsek, kedatangan personil ke rumah yang ditinggali Johan untuk menindaklanjuti terkait belum adanya upaya tenaga kesehatan maupun aparatur Desa terhadap penderitaan anak tersebut.

Naasnya, setibanya anggota Polsek Babar timur di kediaman Markus Seralurin terkuak fakta baru yang diduga kelalaian tenaga kesehatan setempat. Dimana beberapa waktu sebelum kedatangan Personil, salah satu petugas kesehatan juga mengunjungi anak tersebut namun tidak melakukan tindakan apapun.

Bahkan, terkuak adanya sikap tidak terpuji oknum tenaga kesehatan honorer puskesmas Letwurung (EF) yang mengancam saudara Yopi Unitly karena telah membocorkan penderitaan Johan melalui media sosial.

“Hingga saat ini kita belum mengetahui apa motif dari aksi EF yang mengancam untuk menghapus postingan tentang kondisi Johan, namun perbuatan tersebut akan kita telusuri,” tegas Kapolsek.

Ditambahkannya, setelah menempuh jarak yang cukup jauh. Anggota Polsek Babar Timur berhasil membawa Johan ke Puskesmas Letwurung dengan selamat. Setibanya di Puskesmas Letwurung sekitar pukul 20.00 WIT , Johan kemudian diserahkan kepada tenaga medis untuk agar segera dilakukan perawatan.

“Saya akan secepatnya kembali kesana , untuk melihat secara langsung kondisi Johan . Jika kondisi kesehatannya tidak berangsur baik maka saya akan berupaya untuk menindaklanjuti hal ini. Bila perlu Johan akan kita upayakan untuk dibawa ke Tiakur agar ditangani oleh Pihak RSUD,” tegasnya.

Dijelaskannya , orang tua dari anak tersebut  yakni Anita Waliana (30) Dan Lukas Oraile (36) yang merupakan ayah tiri Johan hanya seorang petani yang menetap di Desa Analutur. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun mereka mengalami kesulitan, apalagi untuk membiayai kebutuhan Johan.

Karena itu dirinya berharap, sikap cepat yang diambil saat ini dapat meringankan penderitaan Johan yang telah ditanggungnya selama kurang lebih lima tahun. Dan kemudian mendapat perhatian oleh seluruh pihak , terkhususnya pemerintah Kabupaten MBD. (dd)

 

Comment

Direkomendasi