by

MLM Minta Satu Putra Maluku Jadi Menteri

-Ragam-35 views

AMBON,N25NEWS.com – Dalam rangka penyusunan kabinet Presiden Joko Widodo jilid II, Majelis Latupati Maluku (MLM) mengatakan pihaknya meminta kepada Presiden RI agar dapat mengakomodir salah satu Putra Maluku sebagai Menteri.

“Kami sebagai masyarakat adat Maluku, meminta kepada Presiden RI untuk dapat mengakomodir putra Maluku sebagai Menteri dalam penyusunan kabinetnya, kami tidak perlu putra Maluku itu dari agama apapun, yang penting putra daerah Maluku harus sebagai menteri dalam Kabinet kali ini,’’ ungkap Ketua MLM, Ibrahim Wokas kepada wartawan, yang didamping Kepala Sekretariat Majelis Latupati, Frangki Nikijuluw, dan salah satu relawan Jokowi, Buce Simaela di Café Buritan, Jumat (13/9/2019).

Menurut Ibrahim, dari jilid I Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden, Yusuf Kalla mengakomodir bagian Timur Indonesia, namun hanya Provinsi Sulawesi dan Papua saja yang terakomodir.

“Tuntutan yang kita lakukan ini, karena selama ini orang Maluku terkesan kurang diperhatikan, tetapi kali ini kami harapkan itu, jangan cuma perhatikan orang Sulawesi dan Papua saja,’’ pungkas Ibrahim.

Ketika ditanya terkait figur yang layak jadi menteri?, apakah itu sebagai Menteri Kelautan, namun ia tidak menyebutkan, karena figur orang Maluku sebagai Menteri itu sangat banyak, tetapi ini sudah menjadi tuntutan kami.

Lanjutnya, itu urusan Pak Presiden soal siapa figur asal Maluku tersebut. “Kami sangat berharap dari menteri ini bisa melihat daerah Maluku kedepan dengan baik,’’ tuturnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikankan tuntutan ini secara langsung ke Presiden. “Kalau tidak ada Putra Maluku yang diakomodir,  maka ini sudah tidak ada perhatian Pemerintah Pusat kepada Provinsi Maluku,” tegas Ibrahim.

Ditambahkannya, memang Aliansi Pemuda Maluku mempunyai visi yang sama untuk memperjuangkan putra Maluku sebagai Menteri pada kabinet jilid II Presiden Joko Widodo, intinya kami punya satu tujuan untuk melakukan tuntutan ini,’’ tutup Ibrahim.

Reporter :Mendy S

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi