by

Louhenapessy : Pelantikan Rivaldy Azhar Sah dan Tidak Mungkin Saya Melanggar Aturan Yang Dibuat Sendiri

AMBON,N25NEWS.com – Dualisme perangkat daerah terjadi di Negeri Laha Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon pasca di lantik Said Laturua sebagai Raja Negeri Laha yang dilakukan di Rumah Adat Kakihang (5/10) pekan kemarin.

Hal ini membuat Richard Louhenapessy selaku Walikota angkat bicara,terkait dualisme Raja,menurutnya,dirinya tidak akan mungkin membuat pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkannya sendiri.

“Saya ini lawyer (profesional), jadi terkait aturan dipahami betul, tidak mungkin saya membuat pelanggaran terhadap aturan yang ditetapkan sendiri,” kata wali kota usai ngopi bareng insan pers di Kafe pelangi, Selasa (8/10).

Menurutnya, terkait dengan pelantikan raja laha yang dilaksanakan pekan lalu itu, Pemerintah Kota secara resmi telah melantik Kepala Pemerintahan Desa Laha yaitu Rivaldy Azhar, sehingga yang terkait dengan aturan adat yang ada pada Desa tersebut Pemkot tidak ikut campur.

Ia mengatakan, raja memiliki dua fungsi yakni, fungsi pemerintahan dan fungsi kepala adat, dan Pemkot hanya berkompeten untuk melaksanakan fungsi Pemerintahan.

Lebih lanjut, Louhenapessy menjelaskan, jadi pelantikan yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri), bukan atas dasar peraturan Walikota Ambon.

Reporter : Mendy S
Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi