by

Dishub Adakan Mobil Derek Baru

AMBON,N25NEWS.com – Dinas Perhubungan Kota Ambon mengadakan mobil derek baru dan siap diuji coba terhadap mobil yang baru diterima tersebut, tetapi sebelum dicoba mobil itu akan di reyen terlebih dahulu.

“Ini baru tiba dan setelah tiba inikan mesti di reyen sampai dengan kilometer yang diisyaratkan baru kami uji coba kalau tidak salah 1000 kilometer,” ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan kota Ambon, Robby Sapulette kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (4/12).

Ia menyampaikan, uji coba akan dilakukan oleh pihaknya pada dua ruas jalan yang ada di kota Ambon yakni di jalan Jendral Sudirman dan Jalan Rijali. Dan uji coba yang dilakukan hanya selama bulan desember sehingga pada awal tahun 2020, pihaknya sudah dapat melaksanakan penderekan bagi kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya.

“Dan kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian lagi kan perwalinya sudah ada yang kaan kami tangani itu ada beberapa ruas jalan yang akan kami uji coba teristimewa untuk parkir nginap pada ruas jalan jenderal sudirman dan jalan rijali. tapi mendahului uji coba itu akan kami sosialisasi,” ungkap Sapulette.

Untuk uji coba sendiri, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat akan lebih paham dan dapat mengikuti peraturan yang ada dengan tidak memarkirkan kendaraan dengan sembarangan.

“Dan setelah sosialisasi dilakukan akan kami langsung tangani. jadi yang pertama dishub tidak lagi dengan sistim mengemboksi jadi kan sudah ada gembok kami pasang, setelah itu kami derek. dalam desember ini kita uji coba nanti januari kita sudah running,” tambahnya.

Menurutnya, untuk derek mobil sendiri sudah ada peraturan walikota yang mendasarinya sehingga akan lebih mudah untuk menjalankan. Dengan begitu, penderekan yang dilakukan akan ada pertimbangan yakni mobil yang diderek akan diletakan di pasar higien yang berada di Tantui.

“Kalau kami derak ada pertimabangan dereknya kami bawah ke pertimbangan pertama kalau tempat pengujian kendaraan bermotor passo agak jauh ada pertimbangan utnuk kami nanti ditempatkan di pasar higienis tantui,” terangnya.

Untuk sanksi yang diberikan, yakni pemilik kendaraan yang mobilnya di derek harus membayark kepada pemerintah kota sebesar Rp 500 ribu.

“Kan sudah ada sanksinya sesuai peraturan daerah, jadi kalau parkir salah tempat itu di bayar 500 ribu kalau gembok di lepas itu bayar 500 ribu. bayarnya jgua bukan uang tunai ke dishub tapi bayar ke bank. dishub tidak mau bersentuhan dengan uang tunai. SKRD dishub terbitkan bayar baru gembok nya di buka dan masuk ke PAD supaya ada efek jera,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mobil derek yang ada tersbeut didatangkan dari distributor yakni Hino dengan anggaran yang dipakai sebesar Rp 1.1 Miliar. Ia juga menambahkan kedepan pihaknya akan melakukan penambahan mobil derek lagi yang lebhi besar.

“Yang pertama dari pihak distributor diberikan sanksi 1 tahun akan digunakan terus kalau digunakan terus. kalau bisa jangan 1 lagi tambah 1 lagi yang lebih besar ini dari hino anggarannya kurang lebih 1.1 miliar kalau ada duit tambah 1 lagi yang lebih besar biar truck pun bisa di derek. inikan kapasitas derek belakang kan 6 ton, kalau truck kosong di derek,” tutupnya.

Reporter : Mendy S

Editor : Redaksi

Comment

Direkomendasi