by

Beredar Isu Siswi Dilarang Memakai Hijab. Wawali : Itu Tidak Benar

 

AMBON,N25NEWS.COM- Menanggapi isu pelarangan berhijab yang dialami salah seorang anak berinisial T di Kota Ambon sebagaiman yang di viralkan akun Fb atas nama Shelvia Kanal. Wakil Walikota Ambon (Wawali), Syarif Hadler angkat bicara.

Wawali saat ditemui awak media di ruang kerjanya, menyampaikan, isu yang beredar di media sosial itu sama sekali tidak benar karena anak yang berinisial T tersebut sama sekali belum mendaftar di sekolah swasta yang dituding melarang penggunaan hijab.

“Anak yang bersangkutan belum mendaftar secara resmi, sehingga seharusnya hal ini tidak menjadi masalah sebagaimana yang beredar di media sosial,” kata Hadler, Selasa (31/03/2021).

Ia menjelaskan, dirinya bersama Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Camat Baguala, telah bertemu dengan pihak sekolah swasta tersbut untuk meminta klarifikasi tentang duduk persoalan yang sebenarnya, ternyata kesimpulannya, anak T hingga saat ini, belum terdaftar sebagai siswa pada sekolah tersebut.

Pihak sekolah swasta, yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah pada kesempatan itu menjelaskan, sekolah mereka di bawah naungan yayasan dan tersebar di seluruh Indonesia, memang tidak memberlakukan SKB tiga Menteri tentang seragam dan atribut sekolah.

“Dapat disimpulkan pada sekolah swasta itu memberlakukan seragam dan atribut sendiri di luar SKB Tiga Menteri, dan tidak menggunakan atribut lain selain yang ditentukan yayasan,” pungkas Wawali.

Untuk itu, Lanjut Hadler menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Badan Kesbangpol tengah berupaya menelusuri persoalan ini, agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

“Persoalan ini hendaknya tidak dijadikan polemik yang berlebihan, karena isu-isu seperti ini sangat sensitif bila dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat kota Ambon,” papar Wawali.

Ia meminta masyarakat, agar tetap tenang dan jangan terpancing status di media sosial yang belum tentu sesuai dengan kenyataan yang terjadi. (dd)

Comment

Direkomendasi