by

Ada Gizi Buruk di MBD

TIAKUR,N25NEWS.COM- Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Maluku, tepatnya di daerah Maluku Barat Daya (MBD). Korbannya adalah seorang bocah laki-laki bernama Johan Yusup Seralurin (7) yang merupakan warga Desa Wakpapapi Kecamatan Babar Timur.

Keberadaan anak tersebut terkuak dari postingan akun Facebook mantan Kapolsek Babar Timur, Edwin Rangkoly 29 April yang meminta perhatian pemerintah agar dapat memperhatikan penderitaan masyarakat. Akan tetapi kondisi anak tersebut tidak diketahuinya ketika menjabat sebagai Kapolsek selama kurang lebih 2 tahun.

Untuk itu, mantan Kapolsek Babar Timur via massengger ini menjelaskan , dirinya baru mengetahui informasi tersebut dari warga setempat. Sehingga dirinya kemudian memposting kondisi anak tersebut di media sosial.

Sementara itu, Yopi Unitly salah satu warga Desa Wakpapapi, Jumat kemarin yang dikonfirmasi Via Telepon seluler mengatakan, Johan Yusup Seralurin lahir dengan kondisi sehat pada 25 Mei 2015, naasnya pada usianya yang ke 2 tahun ayahnya meninggal.

Lanjutnya, setelah ayahnya meninggal ibu dari anak tersebut menikah lagi. Kendati anak tersebut masih bersama dengan dengan ibu dan keluarga barunya, namunĀ  anak tersebut mulai mengalami penurunan pada kesehatannya.

“Kita sering melihat anak itu bermain di lantai dan mengkonsumsi makanan sembarang , bahkan dirinya seakan ditelantarkan. Keadaan tersebut yang mengakibatkan kesehatannya semakin memburuk karena tidak diperhatikan sejak usianya dua tahun hingga saat ini,” paparnya.

Kemudian katanya, setelah melihat kondisi Johan yang makin memburuk. Paman dari anak tersebut Markus Seralurin pada pekan lalu kemudian berinisiatif merawat anak tersebut.

“Saat ini anak tersebut telah diambil dari rumah ibunya , dan dibawa oleh pamannya untuk tinggal dirumahnya karena kondisi anak tersebut semakin memburuk,” tandasnya.

Ia menambahkan, selama lima tahun berlalu anak tersebut belum pernah disentuh baik dari pemerintah desa maupun pihak pemerintah melalui Dinas kesehatan.

Tanpa berpikir panjang dirinya kemudian mengambil tindakan untuk menyebarluaskan informasi tersebut melalui media. Sembari berharap pemerintah dapat menangani persoalan anak tersebut sebelum kondisinya semakin memburuk. (dd)

Comment

Direkomendasi